Selamat datang di blog saya... "AndyKaito's Blog" Terima Kasih atas kunjungannya.. Jangan lupa komentar yaa ?? ^_^ hehehe

Friday, November 14, 2014

MAKALAH SEL



MAKALAH BIOKIMIA

SEL


 



Disusun oleh:


Nama   : Andi Setiawan

NIM     : **/******/BI/****





FAKULTAS BIOLOGI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014




 


BAB 1. PENDAHULUAN

 Latar Belakang
Sel memiliki ukuran yang sangat kecil dan tak kasat mata. Ada yang hanya 1-10 mikron, ada yang mencapai 30-40 mikron, bahkan ada yang beberapa sentimeter. Didalam ukuran yang sangat kecil bentuk yang bermacam-macam tersebut, sel memiliki bagian-bagian sel yang memiliki fungsi masing-masing. Antar bagian sel itu melakukan interaksi dan salingt ketergantungan. Oleh karena itu sel dipandang sebagai dasar kehidupan makhluk hidup.
Dalam pembagiannya sel terdiri dari Eukariot(eu=sejati, karyon=inti) yang memiliki membrane inti dan Prokariot(pro=sebelum, karyon=inti) yang tidak memiliki membrane inti dan pada umumnya makhluk hidup uniseluler.



BAB 2. TINJAUN PUSTAKA
Pengertian Sel
            Sel merupakan unit terkecil dari makhluk hidup, yang berarti sel mampu atau tetap hidup tanpa kehadiran sel yang lain. Sel juga merupakan struktur terkecil yang mampu melakukan pertumbuhan dan reproduksi (Sumardi dan Marianti, 2007). Sel tubuh  manusia adalah sel mikroskopik yang berdiameter 10 sampai dengan 30 µm (Setiadi, 2007).
 

Pertumbuhan Dan Perkembangan Sel

      Pertumbuhan dan perkembangan umumnya terjadi pada organisme multiseluler yang hidup.

Siklus sel

         Siklus sel adalah proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang identik secara genetik. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang (siklik).
         Pertumbuhan dan perkembangan sel tidak lepas dari siklus kehidupan yang dialami sel untuk tetap bertahan hidup. Siklus ini mengatur pertumbuhan sel dengan meregulasi waktu pembelahan dan mengatur perkembangan sel dengan mengatur jumlah ekspresi atau translasi gen pada masing-masing sel yang menentukan diferensiasinya.

Fase pada siklus  sel

1.             Fase S (sintesis): Tahap terjadinya replikasi DNA
2.             Fase M (mitosis): Tahap terjadinya pembelahan sel (baik pembelahan biner atau pembentukan tunas)
3.             Fase G (gap): Tahap pertumbuhan bagi sel.
a.    Fase G0, sel yang baru saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan diam atau sel tidak melakukan pertumbuhan maupun perkembangan. Kondisi ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam sel. Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan mati.
b.    Fase G1, sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh, antara sitokinesis dan sintesis.
c.    Fase G2, pertumbuhan sel eukariot antara sintesis dan mitosis.
Fase tersebut berlangsung dengan urutan S > G2 > M > G0 > G1 > kembali    ke S. Dalam konteks Mitosis, fase G dan S disebut sebagai Interfase.

Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan
      Sel hewan dan sel tumbuhan termasuk sel eukariotik yang memiliki selaput inti, namun secara umum sel hewan dan sel tumbuhan tidak memiliki perbedaan yang mendasar, hanya saja perbedaan pada bagian struktur atau organ-organ tertentu. Sel tumbuhan memiliki dinding sel, membran sel, inti sel, sitoplasma, kutikula, dan epidermis. Sedangkan sel hewan memiliki vakuola retikulum endoplasma dan membran sel. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sumadi (2007). Bahwa sel hewan dan sel tumbuhan memiliki perbedaan pada organ tertentu. Sel tumbuhan memiliki membran sel, sitoplasma, retikulum endoplasma, inti sel (nukleus), mitokondria, ribosom, plastida dan vakuola. Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan terletak pada sentriol, sentrosom, lisosom dan flagel/silia.

BAB 3. PEMBAHASAN

Sel Sebagai Unit Hidup Tubuh
      Setiap sel meiliki perbedaan, tetapi juga memliki persamaan. Misalnya, tiap – tiap sel memerlukan nutrisi untuk mempertahankan kehidupan, dan semua sel hampir seluruhnya mempunyai nutrein yang sama jenisnya. Semua sel menggunakan oksigen sebagai salah satu zat utama untuk membentuk energy pada semua sel dasarnya adalah sama dan semua sel juga mengirimkan hasil – hasil akhir reaksi – reaksi kimianya ke dalam cairan sekitarnya. Hampir semua sel juga mempunyai kemampuan untuk berbiak atau memperbanyak diri. Bila ada sel yang rusak maka sel – sel yang tersisa dari jenisnya akan memperbanyak diri sampai jumlahnya kembali lengkap. Sel mengadung dua bagian utama, inti dan sitoplasma. Inti dipisahkan dari sitoplasma oleh mebran inti dan sitoplasma dipisahkan dari cairan sekitarnya oleh membrane sel. Substansi yang menyusun sel bersama – sama disebut protoplasma. Protoplasma terdiri atas lima zat dasar yaitu air, elektroit, protein, lipid dan karbohidrat.

Struktur Sel

Sel Tumbuhan
Dinding sel merupakan bagian terluar dari sel(Sumadi dan Marianti A, 2007). Dinding sel tersusun dari polisakarida (hemiselulosa dan pektin) atau terdapat pada tumbuhan. Fungsi dari dinding sel adalah melindungi organel. Member bentuk sel dan  fungsi dari dinding sel adalah melindungi organel, member bentuk sel dan sebagi tempat transortasi antar sel selain itu dinding sel juga berfungsi sebagai penyokong (George,2006).
            Nucleus merupakan inti sel yang berstruktur bulat padat, yang terdiri dari masa protoplasma yang lebih kompak, dikelilingi oleh membran dan membawa partikel gen yang mengandung kromatin (Setiadi, 2007). Bagian bagian dari nucleus adalah membran inti atau karioteka, nukleoplasma, nuklelous, dan sitoplasma benang kromatin
Ribosom merupakan butiran butiran yang di temukan dalam sitoplasma sel dan terdapat ribonukleus yang berfungsi dalam sintesis protein dalam sel (setiadi, 2007). ribosom berstruktur paling kecil, tersuspensi didalam sitoplasma (Sumadi dan Marianti A, 2007)
Sel Hewan
Mitokondria merupakan organel yang aktif berbentk bulat atau tongkat dengman ukuran 0,2-5 mm (Setiadi, 2007). Fungsi mitokondria adalah memperluas bidang permukaan agar proses penyerapan oksigen lebih cepat. Lapisan dalam terdapat enzim pernafasan dan enzim yang terpenting untuk daur kreb (Campbell, 2000).
Lisosom adalah struktur yang agak bulat yang di batasi oleh membran tunggal (Sumadi dan Marianti A, 2007). Lisosom merupakan organel yang bertanggung jawab pada pembentukan enzim pencernaan, enzim ini disebut vakuola. Fungsi lisosom adalah untuk menyelenggarakan pencernaan makanan dan untuk penghasil zat tebal (Sumadi, 2007).
Membran sel disebut juga membran plasma. Membran sel terdapat di sebelah dalam dinding sel. Membran sel tersusun oleh substansi yang hidup. Membran sel merupakan membran yang sangat tipis sehingga hanya dapat divisualisasi dengan pembesaran tinggi yang dicapai dengan mikroskop elektron (Sumadi, 2007)). Fungsi membran sel adalah mengatur peredaran zat dari dan ke dalam sel. Zat–zat makanan dan udara yang diperlukan oleh sel masuk melalui membran ini. Zat sampah yang tidak berguna lagi dikeluarkan juga melalui membran ini. Membran sel terbentuk dari protein dan lipid sehingga sering disebut lipoprotein. Lipid terutama merupakan fosfolipid (molekul–molekul amfifilik artinya setiap molekul mengandung “kepala” hidrofilik dan “ekor” hidrofobik). Membran sel berguna sebagai rintangan atau interfase di antara dua fase berair (Campbell, 2000)
1.    Membran plasma
     Bersifat semipermiabel (zat-zat tertentu saja yang dapat melewati membrane plasma), hidup, dan sangat tipis. Komposisi kimia membran plasma yaitu lapisan luar dan dalam berupa molekul protein sedangkan bagian tengah molekul lemak.
Berfungsi untuk:
a.    Mengontrol pertukaran zat antara isi sel dengan lingkungan sekitar
b.    Melindungi isi sel
c.    Mengatur keluar masuknya molekul-molekul
d.   Sebagai reseptor (penerima) rangsangan dari luar sel.

2.    Retikulum Endoplasma
     Merupakan membrane lipoprotein dan sitoplasma yang terletak antara membrane inti dengan membrane sitoplasma. Dengan adanya system endomembran ini, maka terbentuklah lumen yang menyerupai “terowongan” yang menghubungkan nucleus dengan bagian luar sel. Ada 2 macam RE, yaitu : RE kasar/granuler dan RE halus

3.    Badan Golgi
Berbentuk tumpukan kantong-kantong pipih yang sangat komplek dan pada bagian dalam kantong-kantong tersebut terdapat ruang-ruang kecil atau vakuola. Membrane badan golgi terbentuk dari lipoprotein. Badan golgi banyak terdapat pada sel-sel kelenjar seperti kelenjar ludah, hati, pancreas, dan hormone.
Fungsi badan golgi :
a.    sebagai organ sekresi, karena mengeluarkan zat yang masih dibutuhkan yaitu berupa sekret dalam bentuk butiran getah
b.    membentuk enzim yang belum aktif (zimogent/proenzym)
c.    membentuk glikoprotein (musin/mucus/lendir)

4.    Lisosom
     Lisosom hanya terdapat pada sel hewan. Lisosom merupakan membrane berbentuk kantong kecil yang berisi hidrolitik yang disebut lisozim. Enzim ini berfungsi dalam pencernaan intrasel, yaitu mencernakan zat-zat yang masuk kedalam sel. Lisosom berfungsi sebagai tempat pembuatan enzim-enzim pencernaan.

5.    Mitokondria
     Mitokondria bentuknnya bulat lonjong atau bercabang, ukurannya 500 sampai 2000 nm. Mitokondria banyak terdapat pada sel yang sedang aktif.
Struktur mitokondria dikelilingi dua lapisan membrane yaitu membrane dalam dan terbentuk Krista. Ruang dalam mitokondria berisi matrix mitokondria. Fungsi mitokondria adalah tempat respirasi atau oksidasi karbohidrat yang menghasilkan energi (ATP).

6.    Ribosom
     Ribosom sangat kecil (diameternya 20 – 25 nm), terdapat pada sitoplasma secara bebas atau menempel pada RE. fungsi dari ribosom adalah tempat berlangsungnya sintesa protein.

7.    Sentrosom
     Umumnya sel hewan mengendung sentrosom yang letaknya pada sitoplasma dekat membrane inti. Pada saat pembelahan mengandung 2 sentriol. Sebuah sentrosom terbentuk dari 9 set tabung masing-masing set terdiri dari 3 buah microtubule yang berfungsi menggerakan kromosom pada saat pembelahan sel. Sentriol sendiri merupakan organel sel yang dapat dilihat ketika sel mengadakan pembelahan.

8.    Nukleus
     Letak inti pada sitoplasma biasanya ditengah. Umumnya sel MH mengandung 1 inti, tetapi ada juga yang berinti lebih dari 1 misalnya pada sel otot lurik.
Bagian-bagian inti sel :
a.    membrane
b.    Nukleoplasma dan
c.    Nukleolus

Bentuk dan Ukuran Sel
Sel Tumbuhan
Rata-rata ukuran sel pada tumbuhan sangat kecil. Biasanya ukuran sel tumbuhan mencapai mikrometer bahkan hingga nanometer (Cambel, 2000). Bentuk sel tumbuhan adalah tetap karena sel tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa, kitin, asam amino dan karbohidrat kompleks. Dinding sel berfungsi sebagai penyokong (George, 2006).

Sel Hewan
            Sel hewan berukuran sangat kecil, tetapi ada juga yang dapat dilihat oleh mata tanpa bentuan alat. Salah satunya adalah sel telur katak yang berdiameter 1 milimeter (mm) ada yang mencapai micrometer ( ), bagian dalam sel dan makromolekul lebih kecil dari mikrometer yang satuannya dikenal dengan nanometer (nm). Bentuk sel hewan relatif tidak tetap dan biasa berubah (George, 2006).Sel mikroskopik yang berdiameter sekitar 10-30 µm. Ukuran sel dibatasi agar tidak tumbuh terlalu besar karena sel harus mempertahankan suatu area permukaan yang memadai untuk menampung pergantian antara nutrisi dan sampah (setiadi, 2007).



BAB 4. PENUTUP

Kesimpulan
     Sel merupakan unit terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi. Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.










DAFTAR PUSTAKA


·         Agustriana, Rochmah dan Tunjung Tripeni. 2006. Buku Ajar. Fisiologi Tumbuhan I Universitas Lampung : Bandar Lampung
  • Campbell, Reece – Mitchell. 2002. Biologi. Erlangga : Jakarta
·         George. 2006. Biologi Edisi Kedua. Jakarta: PT Erlangga
  • Hasnunidah, Neni. 2010. Buku Ajar. Fisiologi Tumbuhan. Universitas Lampung: Bandar Lampung
  • Lakitan, Benyamin. 2001. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada: Jakarta
  • Salisbury, F.B dan C.W. Ross. Fisiologi Tumbuhan. ITB Bandung : Bandung
·         Setiadi. 2007. Anatomi dan Fisiologi Manusia. Graha Ilmu. Yogyakarta.
·         Sumadi  dan Marianti, A. 2007. Biologi Sel. Graha Ilmu. Yogyakarta.
  • Sutrian, Yayan. 1992. Pengantar Anatomi Tumbuh-Tumbuhan. Tentang Sel & Jaringan. Rineka Cipta : Jakarta








No comments:

Post a Comment